sebenernya aku ama dia dah gak ada lagi hubungan, aku cuma sebagai sahabat yang dulu sudah buat dia sakit hati. Aku selalu meminta maaf ama dia, dia juga dah minta maafin aku. Tapi sikapnya ama aku, gak jauh beda. Cuek, kaku, agak sensi dan tertutup. Sebenernya apa sih uneg-uneg dia, ampek dia segitunya ama aku??? Perkataan maaf sudah dia ucapkan, tapi sikap dia kepada ku gak pernah berubah.
Ampek-ampek aku stres ama dia, suatu malem, aku gak tau apa yang ada dalam pikiranku, aku langsung ambil pisau lipatku,aku robek tanganku, sampai tanganku membentuk sebuah kata, "maaf". Memang tebilang gila, seandainya aku punya kamera, aku pasti akan mengambil gambar ditanganku, sehingga kalian semua bisa melihat semuanya. Ini gak bo'ongan, ini gak rekayasa. Semua yang terjadi memang benar-benar kisah nyata. Aku memang gak bisa menjalani hidup yang sangat berat ini, semua masalah keluarga, teman, dan percintaan sedang melandaku habis-habisan. Kayak-kayak aku ini sedang dirajam batu kerikil yang sangat tajam. Aku teringat sebuah kata dari kakak ku yang pertama, "setiap orang akan merasa mempunyai barang atau sesuatu yang berharga jika ia sudah kehilangan sesuatu tersebut". Begitupun aku saat ini, aku sangat merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam diriku, kebahagiaan, kesenangan, kebaikan, dan cinta ku hilang semua. Aku punya pikiran untuk bunuh diri, entah kapan akan aku lakukan. Semoga aja aku dapat menjalani semua ini, agar semua pikiran jelek ku hilang dan gak terjadi lagi.




0 komentar:
Posting Komentar